Articles Comments

IHCS » News » RUU Advokat Sangat Merugikan

RUU Advokat Sangat Merugikan

Husnul Yaqin – IHCS

Arif Suherman

Arif Suherman  – Lawyer IHCS

Jakarta, 24 September – Kelompok advokat yang menamakan (Amuk RUU Advokat)  Aliansi Advokat Muda Korban RUU Advokat bersama Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) menolak pengesahan RUU Advokat.

Koordinator Amuk RUU Advokat, Arif Suherman yang sekaligus Lawyer IHCS (Indonesian Human Rights Committe For Social Justice) menjelaskan bahwa “Dalam bab V RUU Advokat saat ini mengatur atau menerapkan Multi Bar Association, hal tersebut menciptakan standar ganda yang berakibat menimbulkan ketidakpastian hukum,” Rabu (24/9/2014).

Lawyer Muda lulusan Univ. UNILA ini pun melanjutkan, Bahwa Penerapan sistem Multi Bar Association, dikhawatirkan akan menimbulkan munculnya banyak organisasi advokat yang dapat mengangkat advokat baru dengan mudah. Sistem ini juga dikhawatirkan akan menurunkan mutu dan kualitas advokat Indonesia, karena proses yang mudah tersebut.

“Alasan yang mendasar, karena selama ini para advokat merasa nyaman dan terkontrol dengan adanya wadah tunggal (single bar), di sisi lain wadah tunggal merupakan wujud dari kepastian hukum,” tambahnya

Arif juga menyatakan keberatannya pada salah satu pasal dalam RUU tersebut, yakni pasal 65 ayat 1 yang menyebutkan, advokat yang telah diangkat sampai dengan tahun 2012 (dua ribu dua belas), dinyatakan sebagai advokat sebagaimana diatur dalam Undang-undang tersebut.

“Ketentuan pasal tersebut sangat merugikan para advokat yang disumpah setelah tahun 2012 dan para calon advokat yang akan disumpah,” tutupnya

(Ink/Hy)

Filed under: News · Tags:

Comments are closed.