Articles Comments

IHCS » Indoagraria, News » Saatnya Petani Menulis Sejarahnya Sendiri…!!!

Saatnya Petani Menulis Sejarahnya Sendiri…!!!

Yohanes – IHCS

Ketua Eksekutif IHCS - Gunawan Bersama Petanih Indramayu - Joharipin

Ketua Eksekutif IHCS – Gunawan Bersama Petanih Indramayu – Joharipin

Minggu, 31 Agustus 2014Indonesian Human Rights Committee for Social Justice (IHCS) menyambut baik acara Dialog Petani dengan Pemerintah Kabupaten dan Field Day Sekolah Lapangan Pemuliaan Tanaman melalui Musyawarah Kabupaten Ikatan Petani Pengendali Hama Terpadu Indonesia (IPPHTI) Indramayu dan Temu Lapangan Petani dan Nelayan Kabupaten Indramayu yang diselenggarakan oleh jaringan Kelompok Tani, Forum Petani dan Nelayan (SNI, FIELD, FOR PANEN, IPPHTI Indramayu). Acara yang berlangsung di Desa Jengkok, Kecamatan Kertasemaya – Kabupaten Indramayu ini mengusung tema: “Membangun Kedaulatan Petani”.

Dalam acara ini, Gunawan selaku Ketua Eksekutif IHCS diminta untuk mengadvokasi kelompok petani dan nelayan yang tergabung dalam IPPHTI Indramayu. Di hadapan para pengurus dan anggota IPPHTI Indramayu serta kelompok petani dan nelayan yang hadir dalam acara ini, Gunawan mengawali dialog dengan orasi kecilnya. Gunawan menyatakan bahwa: “Gejolak Kebangkitan Nasional sudah lama ada sebelum Budi Utomo, yaitu sejak terjadinya peristiwa pemberontakan petani di Banten pada tahun 1888. Hanya saja, pada saat itu sejarah pergerakan petani tidak dicatat oleh petani. Sejarah pergerakan nasional hanya dicatat oleh kaum terpelajar saja.” Lebih lanjut, Gunawan menegaskan, bahwa: “sudah saatnya petani menulis sejarahnya sendiri.” Petani harus tahu Undang-undang telah menjamin hak atas pangan, perlindungan dan pemberdayaan petani. Karena itu, petani seharusnya tahu mana kawasan-kawasan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah daerah sebagai kawasan Budidaya, Pedesaan, dan Lahan Pertanian Pangan Abadi.

Pada kesempatan itu, Gunawan juga mengkritik implementasi kebijakan pemerintah daerah yang seringkali mengabaikan hak-hak petani karena tidak melibatkan petani dalam setiap pengambilan keputusan yang bersinggungan langsung dengan kehidupan petani. Padahal, petanilah yang sesungguhnya memahami betul persoalan-persoalan yang mereka hadapi. Mengakhiri acara tersebut, Gunawan menghimbau para petani untuk terlibat aktif dalam membangun dialog kepada pemerintah, baik di level eksekutif maupun di level legislatif dengan pendekatan kultural agar aspirasi petani dapat lebih didengar oleh para pemangku kebijakan.

 

(Ink/Hyq)

Filed under: Indoagraria, News

Comments are closed.