Articles Comments

IHCS » Agenda » IHCS Wakili Buruh Gugat Perusahaan Jepang

IHCS Wakili Buruh Gugat Perusahaan Jepang

100_3071

Hari ini IHCS selaku kuasa hukum bersama Fajar fadillah dkk (15 orang buruh) mendaftarkan gugatan ke Pengadilan Hubungan Industrial. Mereka mengguggat PT. Torishima Guna Indonesia, perusahaan penanaman modal asing asal Jepang.

Gunawan, Ketua Eksekutif IHCS (Indonesian Human Rights Committee for Social Justice) mengatakan para buruh ini bekerja di PT. Torishima dengan status perjanjian kontrak waktu tertentu (PKWT) atau buruh kontrak. Padahal bentuk pekerjaan yang dikerjakan bersifat tetap. Itu berarti perusahaan melanggar pasal 59 UU No 13/2003 tentang Ketenagakerjaan.

Sebelumnya para buruh dalam menuntut haknya supaya diangkat dengan cara meminta kepada perusahaan secara langsung namun tidak ada tanggapan, kemudian somasi dan berujung pada mogok kerja secara sah berdasarkan UU.

Selain itu para buruh yg melakukan ibadah shalat Jum’at disuruh oleh perusahaan untuk mengganti waktu ibadahnya selama 15 menit setiap hari kerja, hal tersebut melanggar pasal 80 UU 13/2003.

Ketika perkara ini masih dalam proses penyelesaian perselisihan, perusahaan telah menghentikan upah dan hak-hak lain yg biasa diterima oleh para buruh sehingga perusahaan melanggar pasal 152 ayat 2 UU 13/2003, yang mana pasal tersebut telah diperkuat dengan putusan Mahkamah Konstitusi nomor: 37/PUU-IX/2011.

“Selama masa lembaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial masih memeriksa proses PHK, pekerja dan pengusaha harus tetap melaksanakan tugas kewajibannya masing-masing sebagaimana diatur dalam pasal 155 ayat 2 UU 13/2003,” kata Gunawan dalam siaran pers yang diterima LICOM, Selasa (27/11/2012).

Lebih lanjut ia menambahkan, proses yang dilakukan dalam penyelesaian perselisihan ini awalnya tidak menemukan kesepakatan, kemudian mediasi di Suku Dinas Tenaga Kerja Jaktim. Para buruh tidak sepakat dengan anjuran yang dikeluarkan oleh mediator karena dinilai merugikan para buruh.”Maka kini penyelesaian perselisihan ini dibawa ke Pengadilan Hubungan Industrial,” jelasnya.

http://www.lensaindonesia.com

Filed under: Agenda

Comments are closed.