Articles Comments

IHCS » Press Release » Gunawan : UU Pangan Mengandung Ketidakpastian

Gunawan : UU Pangan Mengandung Ketidakpastian

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Jakarta. 27-11-2012; Di sela-sela Diskusi pangan yang dilaksanakan di Sekretariat Aliansi Petani Indonesia (API), Ketua Komite Eksekutif IHCS; Gunawan, menyatakan bahwa UU pangan yang diputuskan DPR RI tanggal 18 oktober 2012 masih perlu dikritisi lagi. Banyak istilah yang digunakan seperti Kedaulatan Pangan, Kemandirian Pangan dan Ketahanan pangan, namun mengandung ketidakpastian. “Tidak ada indikator dan standar yang jelas, hal ini tentu bisa merugikan kelompok petani, nelayan dan pembudidaya ikan”

Hal lain yang disoroti dari UU pangan yang baru ini adalah disamakannya para produsen pangan kecil dengan pengusaha. “memperlakukan hal yang sama pada hal yang berbeda, itu namanya diskriminatif” . Gunawan menjelaskan perlunya pembedaan antara pelaku usaha yang skala besar dan para petani, nelayan dan pembudidaya ikan yang memang harus dilindungi.

Terkait kelembagaan pangan Dia mengusulkan agar Badan/lembaga baru yang akan dibentuk nanti harus memiliki tugas dan wewenang yang kuat, mengingat pangan merupakan hal yang sangat penting di negeri ini. “Kalau hanya sekedar untuk formalitas, maka kondisi pangan di Indonesia akan tetap seperti ini saja, impor akan jalan terus”. Dia juga menghimbau agar pemerintah mendengarkan masukan dari berbagai organisasi masyarakat yang selama ini fokus pada permasalahan pangan di Indonesia. “Pemerintah tidak boleh egois, pandangan dan masukan dari berbagai elemen masyarakat harus dijadikan dasar bagi terwujudnya kedaulatan pangan di Indonesia”

Filed under: Press Release

Comments are closed.