Articles Comments

IHCS » Archive

UMKM pangan harus dilindungi dari kisruh perdagangan terigu

Tindakan pengamanan perdagangan(safeguard) atas impor terigu tiaklah mengacu kepada undang-undang pangan Gunawan ketua IHCS (Indonesian Human Rights Committee For Social Justice) Dalam konteks keanekaragaman konstitusi pangan, terigu adalah hal yang tidak terpisahkan dalam konsumsi pangan masyarakat Indonesia. Selain itu, terigu juga persoalan hidup dan matinya produsen makanan skala kecil. Pada 1999 konsumsi 17,9 gram/hari per kapita dan melonjak¬† tajam menjadi 51,2 gram/hari per kapita atau 19 kg/tahun per kapita. Oleh karena itu, produsen nasional terigu dapat berkembang dan memperolah keuntungan yang besar. Perusahaan-perusahaan dapat memonopoli produksi dan distribusi terigu mengingat harus mempergunakan mekanisme impor, di sebabkan gandum sebagai bahan dasar terigu tidak ditanam di Indonesia. Bila terjadi permasalahan perdagangan antara perusahaan-perusahaan dari Negara pengekspor terigu dengan perusahaan-perusahaan nasional importer gandum,, jika pemerintah tidak mengambil langkah yang tepat, maka berpotensi terjadi kelangkaan dan kenaikan harga … Read entire article »

Filed under: News